Ferri Anak Tukang Las Raih IPK Tertinggi di Politeknik Negeri Sambas

2017-02-14 | Dibaca 1 kali

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,SAMBAS - Keterbatasan ekonomi bukanlah menjadi alasan untuk meraih prestasi yang diharapkan, selagi kita ada kemauan disitulah ada jalan.

Tampaknya inilah yang menjadi satu motto kuat yang ditanamkan oleh Ferri, mahasiswa peraih indek prestasi kumulatif (IPK) tertinggi dalam wisuda diploma III angkatan III tahun angkatan 2014/2015 Politeknik Negeri Sambas, Sabtu (10/10/2015).

Mahasiswa program studi manajemen informatika Politeknik Negeri Sambas berhasil menyelesaikan studi tepat waktu dengan total raihan IPK 3,91.

"Kalau saya selama perkuliahan belajar dengan giat dan apapun yang dikatakan dosen dituruti," ujarnya kepada Tribun, Sabtu (10/10/2015).

Bahkan ilmu dan pelajaran dikatakannya tak hanya bisa didapatkan dari kampus saja melainkan bisa didapatkan disumber-sumber luar, sehingga tidak terpaku oleh pelajaran yang dibekalkan dosen saja.

Terlebih saat ini kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) sudah sangat mendukung segala hal.
"Jadi tidak hanya pelajaran dari dosen saya pun mengambil materi atau pelajaran tidak anya dosen,"ungkapnya.

Namun ia mengatakan tentunya upaya keras yang dijalaninya tak lepas dari kemauan keras dan dorongan kuat yang bersumber dari kedua orang tuanya.

Putra tunggal dari pasangan Amin Arif dan Khalijah ini mengatakan keinginan kuatnya untuk menyelesaikan kuliah dan mempersembahkan kebahagiaan bagi kedua orang tuanya yang saat ini banyak berjasa dikehidupannya.

"Dorngan paling kuat saya karena melihat orang tua yang telah bekerja keras dan mendoakan saya, sehingga saya ingin sekali membahagiakan mereka,"jelas mahasiswa kelahiran 22 Oktober 1994 ini.

Ia mengungkapkan ayahnya sendiri bekerja di bengkel las di Sambas bersusah payah untuk membiayai biaya kuliahnya dan kehidupan keluarganya.

"Karena saya anak satu-satunya lagi, kalau tidak saya siapa lagi yang akan membahagiakan orang tua,"jelasnya. Awalnya ia dulu sewaktu lulus SMA bercita-cita melanjutkan pendidikan di luar daerah terutama di ibu kota Provinsi. Hanya lantaran mengingat jika kuliah di luar daerah dipikirnya memerlukan biaya tak sedikit untuk tempat tinggal dan kebutuhan hidup diluar.http://pontianak.tribunnews.com/2015/10/10/ferri-anak-tukang-las-raih-ipk-tertinggi-di-politeknik-negeri-sambas

Berita Politeknik


Galeri Kegiatan