--> -->--> -->
POLITEKNIK HASILKAN LULUSAN SIAP KERJA BUKAN SIAP TRAINING

POLITEKNIK HASILKAN LULUSAN SIAP KERJA BUKAN SIAP TRAINING

 

Sejalan dengan upaya menjadikan perguruan tinggi Politeknik sebagai incaran bagi calon mahasiswa, Menteri  Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir terus mendorong Politeknik untuk berbenah diri. Cara pandang masyarakat terhadap Politeknik ke depan harus berubah. Selama ini Politeknik seolah seperti perguruan tinggi kelas dua. Pada hal, lulusan Politeknik saat ini sangat kompeten dan dibutuhkan pasar kerja, ujar Menristekdikti saat memberikan arahan pada Rapat Koordinasi Forum Direktur Politenik se-Indonesia di Kota Batu, Malang, Jawa Timur pada hari Senin, 12 Maret 2018.

Dalam acara ini, hadir juga Ketua FDPNI Rahmat Imban Tritjahjono, Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikt Kemenristekdikti Patdono Suwignjo, Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Ali Ghufron Mukti dan Staf Ahli Menristekdikti Bidang Infrastruktur Hari Purwanto.

Menristek juga mengatakan bahwa kebutuhan dunia industri yang menuntut kompetensi lulusan Politeknik harus di match dengan learning outcome yang ada di Politeknik. Beberapa cara yang ditempuh pemerintah bersama-sama dengan Politeknik diantaranya adalah dengan merancang program Multi Entry Multi Outcome (MEMO) bagi mahasiswa Politeknik. Nantinya, mahasiswa dapat memilih berbagai alternatif perkuliahan yang memungkinkan mereka untuk langsung bekerja di industri dengan tetap dapat kembali lagi ke kampus (kuliah).

Tahun pertama misalnya, mahasiswa dapat sertifikat KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia) leve 3, terus mau bekerja, kembali lagi dia ke kampus itu bisa melanjutkan ke tahun ke dua. Tidak ada DO (drop out), istilahnya zero DO, jelas Menristekdikti.  Terkait penilaian akreditas, Menristekdikti menyebutkan banyak Politeknik yang sebenarnya berkualitas, namun belum mendapat akreditasi yang baik.

Sementara itu, Ketua FDPNI Rahmat Imbang menyebutkan kajian skema MEMO ini masih membutuhkan beberapa penyesuaian dan penyelerasan peraturan. Diantaranya penyesuaian kurikulum, instrument penilaian BANPT, pangkalan data pendidikan tinggi (untuk menjamin keabsahan ijazah dan sebagainya). Instrumen yang digunakan BANPT adalah instrument pada akademik. Sementara Politeknik aspek akademiknya hanya 30 persen, 70 persennya adalah praktek. Ini gak nyambung. Jadi harus ada instrument khusus untuk penilaian Politeknik, imbuhnya. Untuk itu, dialog dengan BAN PT akan sesegera mungkin dilakukan pihaknya guna mengatasi persoalan tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Menrisetekdikti juga menyebutkan bahwa pihaknya telah mendapatkan  tawaran yang sangat baik bagi para mahasiswa Politeknik. Tawaran tersebut datang dari Taiwan yang menawarkan beasiswa dengan kuota hamper 6000 mahasiswa. Para Direktur saya mint untuk berkolaborasi dengan perguruan tinggi di Taiwan dan anak didiknya agar disiapkan untuk masuk ke Taiwan baik di perguruan tinggi maupun industri disana, ujarnya.

Selengkapnya
DIREKTUR POLNEP MENGHADIRI RAKERNAS KEMENRISTEKDIKTI 2018 Pengembangan Iptek dan Pendidikan Tinggi di Era Revolusi Industri 4.0

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan bahwa tantangan revolusi industri 4.0 harus direspon secara cepat dan tepat oleh seluruh pemangku kepentingan di lingkungan Kementerian, Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) agar mampu meningkatkan daya saing bangsa Indonesia di tengah persaingan global. Hal ini diungkapkan Menteri Nasir dalam pembukaan acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) 2018 yang digelar di Kampus Universitas Sumatera Utara (USU), Medan

Selengkapnya
ANUGRAH HUMAS KEMENRISTEKDIKTI: POLNEP PERINGKAT KE-3

Politeknik Negeri Pontianak mendapat juara ke-3 sebagai pemenang dalam bidang Katagori Publisitas. Prestasi yang diraih berkat dukungan penuh manajeman kepada humas untuk menjalankan sepenuhnya tugas pokok dan fungsi kehumasan. Dan keberhasilan ini diharapkan ke depan humas lebih aktif, inovatif, kreatif dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi sebagai humas, harap Direktur.

Selengkapnya
PNUP Tuan Rumah Program AYIA 2018

Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) kembali dipercaya untuk menggelar acara yang bertaraf internasional dengan terpilih sebagai tuan rumah program ASEAN Youth in Action (AYIA) 2018. Program yang diorganisir oleh Singapore Polytechnic (SP) dan Republic of Korea (ROK) merupakan kolaborasi Singapore Polytechnic dengan beberapa partner institusi perguruan tinggi dari 10 negara ASEAN dan ROK. Seluruh rangkaian kegiatan AYIA 2018 akan dilaksanakan selama 4 minggu yang terbagi menjadi 2 minggu di negara ASEAN pelaksana dan 2 minggu di Singapura.  Untuk di Indonesia sebagai negara ASEAN pelaksana, PNUP terpilih sebagai tuan rumah program AYIA 2018 selama 2 minggu (11-24/3) yang pelaksanaannya akan dilakukan di Makassar dan Malino.

Selengkapnya
PNUP Gelar Seminar International Kemaritiman

Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) menggelar Seminar Internasional Kemaritiman dengan tema “Peran Pendidikan Tinggi Vokasi dalam Mendukung Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia”, pada Selasa (6/2) bertempat di aula kampus I PNUP. Seminar sehari yang terselenggara atas kerja sama Kedutaan Besar Inggris dan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) ini dihadiri oleh peserta yang berasal dari 43 PTN/PTS yang berada di kawasan Indonesia Timur beserta beberapa pihak industri yang terkait dengan kemaritiman.

Selengkapnya
KPPN Menyambangi Poltekba

Dalam rangka Peringatan Hari Bhakti Perbendaharaan tahun 2018, Kantor Pelayanan Perbendaharaaan Negara (KPPN) Kota Balikpapan menyambangi Politeknik Negeri Balikpapan, Jum`at 12/1.
Kepala KPPN Kota Balikpapan mengatakan, tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan edukasi kepada mahasiswa tentang Pengelolaan Keuangan Negara Dan Pembangunan.
“Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat terutama mahasiswa Politeknik Negeri Balikpapan, terkait dengan pengelolaan keuangan negara dan pembangunan” ujarnya.

Selengkapnya
Tujuh Dosen PNUP Ikut Program CDIO 2018

Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) kembali bekerja sama dengan Singapore Polytechnic dengan mengirim tujuh dosen dalam program 5-Day CDIO (Conceiving-Designing-Implementing-Operating) 2018. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan selama 5 hari (20-24/1) bertempat di Malino, Kabupaten Gowa.

Selengkapnya

Download Buku Profil

Untuk mengenal lebih lanjut terkait politeknik negeri di Indonesia, anda dapat mendownload buku profil kami melalui link di bawah ini.

Selengkapnya     Download

Berita Politeknik

POLITEKNIK HASILKAN LULUSAN SIAP KERJA BUKAN SIAP TRAINING

15-Mar-2018

POLITEKNIK HASILKAN LULUSAN SIAP KERJA BUKAN SIAP TRAINING

 

Sejalan dengan upaya menjadikan perguruan tinggi Politeknik sebagai incaran bagi calon mahasiswa, Menteri  Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir terus mendorong Politeknik untuk berbenah diri. Cara pandang masyarakat terhadap Politeknik ke depan harus berubah. Selama ini Politeknik seolah seperti perguruan tinggi kelas dua. Pada hal, lulusan Politeknik saat ini sangat kompeten dan dibutuhkan pasar kerja, ujar Menristekdikti saat memberikan arahan pada Rapat Koordinasi Forum Direktur Politenik se-Indonesia di Kota Batu, Malang, Jawa Timur pada hari Senin, 12 Maret 2018.

Dalam acara ini, hadir juga Ketua FDPNI Rahmat Imban Tritjahjono, Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikt Kemenristekdikti Patdono Suwignjo, Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Ali Ghufron Mukti dan Staf Ahli Menristekdikti Bidang Infrastruktur Hari Purwanto.

Menristek juga mengatakan bahwa kebutuhan dunia industri yang menuntut kompetensi lulusan Politeknik harus di match dengan learning outcome yang ada di Politeknik. Beberapa cara yang ditempuh pemerintah bersama-sama dengan Politeknik diantaranya adalah dengan merancang program Multi Entry Multi Outcome (MEMO) bagi mahasiswa Politeknik. Nantinya, mahasiswa dapat memilih berbagai alternatif perkuliahan yang memungkinkan mereka untuk langsung bekerja di industri dengan tetap dapat kembali lagi ke kampus (kuliah).

Tahun pertama misalnya, mahasiswa dapat sertifikat KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia) leve 3, terus mau bekerja, kembali lagi dia ke kampus itu bisa melanjutkan ke tahun ke dua. Tidak ada DO (drop out), istilahnya zero DO, jelas Menristekdikti.  Terkait penilaian akreditas, Menristekdikti menyebutkan banyak Politeknik yang sebenarnya berkualitas, namun belum mendapat akreditasi yang baik.

Sementara itu, Ketua FDPNI Rahmat Imbang menyebutkan kajian skema MEMO ini masih membutuhkan beberapa penyesuaian dan penyelerasan peraturan. Diantaranya penyesuaian kurikulum, instrument penilaian BANPT, pangkalan data pendidikan tinggi (untuk menjamin keabsahan ijazah dan sebagainya). Instrumen yang digunakan BANPT adalah instrument pada akademik. Sementara Politeknik aspek akademiknya hanya 30 persen, 70 persennya adalah praktek. Ini gak nyambung. Jadi harus ada instrument khusus untuk penilaian Politeknik, imbuhnya. Untuk itu, dialog dengan BAN PT akan sesegera mungkin dilakukan pihaknya guna mengatasi persoalan tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Menrisetekdikti juga menyebutkan bahwa pihaknya telah mendapatkan  tawaran yang sangat baik bagi para mahasiswa Politeknik. Tawaran tersebut datang dari Taiwan yang menawarkan beasiswa dengan kuota hamper 6000 mahasiswa. Para Direktur saya mint untuk berkolaborasi dengan perguruan tinggi di Taiwan dan anak didiknya agar disiapkan untuk masuk ke Taiwan baik di perguruan tinggi maupun industri disana, ujarnya.


DIREKTUR POLNEP MENGHADIRI RAKERNAS KEMENRISTEKDIKTI 2018 Pengembangan Iptek dan Pendidikan Tinggi di Era Revolusi Industri 4.0

15-Mar-2018

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan bahwa tantangan revolusi industri 4.0 harus direspon secara cepat dan tepat oleh seluruh pemangku kepentingan di lingkungan Kementerian, Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) agar mampu meningkatkan daya saing bangsa Indonesia di tengah persaingan global. Hal ini diungkapkan Menteri Nasir dalam pembukaan acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) 2018 yang digelar di Kampus Universitas Sumatera Utara (USU), Medan


ANUGRAH HUMAS KEMENRISTEKDIKTI: POLNEP PERINGKAT KE-3

15-Mar-2018

Politeknik Negeri Pontianak mendapat juara ke-3 sebagai pemenang dalam bidang Katagori Publisitas. Prestasi yang diraih berkat dukungan penuh manajeman kepada humas untuk menjalankan sepenuhnya tugas pokok dan fungsi kehumasan. Dan keberhasilan ini diharapkan ke depan humas lebih aktif, inovatif, kreatif dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi sebagai humas, harap Direktur.


PNUP Tuan Rumah Program AYIA 2018

13-Mar-2018

Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) kembali dipercaya untuk menggelar acara yang bertaraf internasional dengan terpilih sebagai tuan rumah program ASEAN Youth in Action (AYIA) 2018. Program yang diorganisir oleh Singapore Polytechnic (SP) dan Republic of Korea (ROK) merupakan kolaborasi Singapore Polytechnic dengan beberapa partner institusi perguruan tinggi dari 10 negara ASEAN dan ROK. Seluruh rangkaian kegiatan AYIA 2018 akan dilaksanakan selama 4 minggu yang terbagi menjadi 2 minggu di negara ASEAN pelaksana dan 2 minggu di Singapura.  Untuk di Indonesia sebagai negara ASEAN pelaksana, PNUP terpilih sebagai tuan rumah program AYIA 2018 selama 2 minggu (11-24/3) yang pelaksanaannya akan dilakukan di Makassar dan Malino.



Peraturan & Perundangan

Sistem Pendidikan Tinggi

Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan...

Undang-Undang RI No.20 Tahun 2003

Undang-Undang RI No.20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan...

Data Mahasiswa